FITNAH AKHIR ZAMAN

Bismillaah....
Telah berkata ad Darimi, “Telah mengabarkan kepada kami Ya’la telah menceritakan kepada kami al A’masy dari Syaqiq, ia berkata, Abdullah (yakni Ibnu Mas’ud) pernah berkata, ‘Bagaiamana sikap kalian jika ditimpa fitnah, yang tua menjadi pikun, yang kecil tiba-tiba menjadi dewasa, dan manusia menjadikan fitnah itu sebagai sunnah, dan ketika fitnah itu diubah, mereka katakan: ‘sunnah telah diubah!’ Mereka bertanya: ‘Kapan hal itu terjadi wahai Abu Abdillah?’ Ia menjawab: ‘Ketika telah banyak orang yang bisa membaca, namun sedikit yang ahli fikih (faham maknanya). Banyak orang yang duduk di pemerintahan, namun sedikit yang amanah. Dan dunia dicari dengan amal akhirat’”. [Atsar Shahih. Diriwayatkan oleh Ad-Darimi (1/278/191) dan lainnya, lihat Shahih Targhib wat Tarhib (1/155/111)]
TAKHRIJ ATSAR:
Diriwayatkan oleh Ad Darimi (1/278/191), al Hakim di dalam al Mutadrak (4/514-515) dan al Baihaqi di dalam al Mudkal (no. 858). Dari jalan: Ya’la bin Ubaid dengan redaksi tersebut. Isnad atsar ini shahih, sebagaimana dikatakan oleh adz Dzahabi di dalam at Talkhish’. Hanya saja dalam riwayat al Baihaqi tertulis dari al A’masy, dari Syu’bah, dari Syaqiq dengan redaksi tersebut. Jadi dalam jalan ini beliau menembahkan Syu’bah pada periwayatannya.
Diturunkan oleh Ibnu Abu Syaibah didalam Mushannafnya (15/34/19003) atau (7/452/37145-al ilmiyyah) dari jalan: Dari Abu Mu’awiyah dari al A’masy dengan redaksi yang sama.
Diturunkan juga oleh Ibnu Wadhah didalam al Bala’ wan Nahyu ‘Anha (no. 285), Ibnu Abdil Bar didalam Jami’u Bayani ilmi (no. 1135) dan Ibnu Hazm didalam al-Ihkam’ fi Ushulil Ahkam (7/881), dan Nu’aim bin Hammad didalam al Fitan (52). Dari jalan Sufyan ats Tsauri, dari Yazid bin Abi Ziyad, dari Ibrahim, dari al Qamah, dari Abdullah dengan redaksi yang sama.
Ad Darimi mengeluarkan atsar ini pada (1/278/no. 192), dari jalan Khalid bin Abdullah, dari Yazid sesuai dengan redaksi diatas. Yazid bin Abi Ziyad adalah seorang yang berada si Syam, tetapi dia adalah seorang perawi yang lemah.
Diturunkan oleh al Lalika’I (no. 123) dari jalan Ibnu Fadhail, dari Yazid dengan redaksi tersebut. Sedangkan Muhammad bin Nabhan dalam periwayatannya menyelisihi Sufyan, Khalid dan Ibnu Fadhail; ia meriwayatkan dari Yasid secara marfu’, sebagaimana disebutkan didalam al Hilyah (1/136). Dan Muhammad bin Nadhan adala perawi yang lemah, setelah menyebutkan atsar ini Abu Nu’aim mengatakan, “Beginilah yang diriwayatkan oleh Muhammad bin Nadhan secara marfu’, dan yang masyhur bahwa atsar ini adalah ucapan Abdullah bin Mas’ud; yakni mauquf”.
Ibnu Ma’mar didalam Jaminya yang disatukan dengan ‘Mushannaf’ Abdur Razaq (11359)-360/20742), Ibnu Bathah didalam al Ibanah (no. 758) dan al Khaththabi didalam al ‘Uzlah (hlm. 11) menurunkan dari jalan Ma’mar, dari Qatadah, dari Abdullah dengan redaksi atsar tersebut. Hanya saja Qatadah tidak pernah mendengar riwayat dari kalangan shahabat kecuali Anas bin Malik, seperti yang dinyatakan oleh al Hakim didalam Ma’rifatu Ulumul Hadits’, Ibnu Abi Hatim dalam Ar Marasi’ dan yang lainnya. Al hasil isnad ini adalah isnad yang mungdathi’.
Sedangkan Abu Umar ad Dani didalam as Sunnah al Waridah fil Fitan (no. 281) menurunkan atsar ini dari jalan Sa’id bin Sinan, dari Amr bin Murrah, dari Murrah bin Syarahil, dari Abdullah dengan redaksi yang sama. Tetapi isnad pada jalan ini sangat lemah. Namun Syaikh al Albani didalam Shahih Targhib wat Tarhib (1/155/111) dan didalam Shalatut Tarawikh (hlm. 5) menyatakan bahwa atsar ini shahih.
FIKIH ATSAR:
1. Didalam atsar ini terdapat penggambaran yang sangat detail terhadap realita yang ada pada zaman sekarang ini berbeda dengan zaman yang pertama; yakni zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para shahabatnya.
2. Banyak ahli ibadah dan orang yang membaca al Qur’an itu bukanlah tolak ukur, tetapi yang menjadi tolak ukur adalah pemahaman terhadap ibadah yang dilakukan, bacaan yang dibaca, mengamalkan dan mengaplikasikan dalam kehidupan sehari-hari. Sudah cukup permasalahan ini ditunjukkan dengan hadits tentang al Khawarij, dimana mereka disifati oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai orang-orang yang banyak beribadah dan membaca al Qur’an, tetapi ibadah dan qiraah mereka sama sekali tidak ada manfa’atnya bagi mereka, bahkan mereka malah lepas dari agama bagaikan anak panah yang menembus binatang buruan. Jadi yang menjadi tolak ukur ialah kesesuainya dengan sunnah. Semoga Allah memberikan kita taufik.
3. Didalam atsar ini dikatakan, jika manusia sudah terbiasa dengan amalan tertentu maka mereka akan menganggap apa yang mereka kerjakan itu adalah sunnah, dan inilah realita yang terjadi pada masa sekarang ini; bid’ah tersebar dimana-mana dengan nama sunnah, lalu jika ada seseorang yang benar-benar Ahlus Sunnah mengingkari perbuatan yang mereka kerjakan, maka mereka tidak terima, bahkan malah menuduh bahwa orang itu mempunyai ajaran agama yang aneh, jika ia berusaha untuk menegakkan sunnah ditengah-tengah mereka, mereka merasa tidak terima bahkan merasa aneh dengan apa yang ia bawa; seakan-akan bagi mereka ada sebuah ajaran baru yang sedang diusupkan kepada mereka, la haula wala quwwata illa billah.
4. Atsar ini juga menggambarkan bagaimana keadaan para ahli fikih dan orang-orang yang ahli dibidang al-Qur’an, dimana mereka jadikan apa yang mereka lakukan sebagai profesi dan pekerjaan; mereka mencari dunia dengan amalan akhirat, sehigga banyak di antara mereka yang banting setir dengan niatnya; ada yang berkeinginan menjadi seorang qari’ al-Qur’an dengan niatan agar ia mendapatkan harta yang berlimpah, dan sebagai da’i ada yang mau berdakwah kepada Allah jika ia digaji, namun ketika ia tidak mendapatkan itu, ia tidak mau lagi untuk berdakwah.
5. Atsar ini termasuk atsar yang paling agung dan mulia di antara atsar-atsar yang datang dari kalangan shahabat, didalamnya terdapat pelajaran dan faedah yang begitu banyak selain yang telah kita sebutkan, dan inilah karunia Allah Ta’ala. Segala puji bagi Allah sebelum dan sesudahnya.
Wallahu a'lam....
Sumber : https://1bnuumar.wordpress.com/2015/03/30/fitnah-di-akhir-zaman/
Share on Google Plus

About Unknown

This is a short description in the author block about the author. You edit it by entering text in the "Biographical Info" field in the user admin panel.
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Post a Comment